Jumat, 30 Oktober 2015

Teks Anekdot



Kelalaian Pemerintah
( Indah Budi Syarifa)

Pada suatu hari, terdapat sekelompok pemuda yang sedang asyik berkumpul di tempat yang sering mereka tongkrongi. Mereka merupakan pemuda yang sering bermalas malasan dan tidak mau bekerja, dan membanting tulang demi keluarganya.
Mereka sering meminum minuman keras hingga bekerja sama dengan pecandu narkoba. Setiap hari mereka selalu membuat keonaran di kampung, tetapi tidak ada seorang pun yang berani melaporkannya.
Pak Anton merupakan salah satu warga yang berani menegurnya. Ketika Pak Anton menemui salah satu gerombolan pemuda tersebut, Pak Anton pun bertanya, “Nak  mengapa kamu dan teman temanmu tidak mau bekerja? Mengapa kamu malah asyik meminum minuman keras bersama teman temanmu daripada membantu orang tuamu? Apakah itu menyenangkan?’’
 “Tidak. Itu tidak menyenangkan, sebab aku harus menahan ejekan dari para warga. Tetapi jika tidak kulakukan pemerintah juga tidak akan turun tangan.” Jawabnya dengan santai.
“Kamu jangan keras kepala seperti itu!! Kasihan orang tuamu yang telah mendidikmu!” Bentak Pak Anton.
“Truss.. Aku dan teman teman harus gimana? Aku kesal dengan pemerintah yang lalai.” Ujar salah satu pemuda itu.
Setelah mengetahui permasalahannya, Pak Anton bergegas melaporkan Pak Lurah agar bisa mengatasi masalah ini. Keesokan harinya pun Pak Lurah mendatangi pemuda tersebut dibantu warga desa. Pemuda tersebut pun membicarakan sesuatu kepada pak lurah,
“Pak sebenarnya saya tidak ingin meminum minuman keras, tapi hal ini aku dan teman teman lakukan yaitu agar pemerintah berkaca diri. DPR di sana sering menghambur hamburkan uang dan memakan uang rakyat. Daripada uang hanya untuk dihambur hamburkan, lebih baik kugunakan untuk meminum minuman keras.” Ujar pemuda tersebut.
Akhirnya pak lurah berjanji akan mengusulkan kepada pemerintah yang lebih tinggi khususnya DPR. Pada hari selanjutnya para pemuda tersebut tidak mengulangi perbuatannya lagi.

1 komentar:

  1. Terima kasih kirman tugas Anda. Sekadar masukan untuk Anda, yakni penulisan dialog yang perlu diluruskan. Contoh " ... . Aku kesal dengan pemerintah yang lalai." Ujar salah satu pemuda itu. Pembetulannya --> "... yang lalai, " ujar salah satu pemuda itu. Setelah kata "lalai" tidak titik, tetapi koma. Setelah tanda petik (") tidak perlu huruf kapital karena sebelumnya koma.

    BalasHapus