Kelalaian
Pemerintah
( Indah Budi
Syarifa)
Pada suatu hari, terdapat sekelompok pemuda yang
sedang asyik berkumpul di tempat yang sering mereka tongkrongi. Mereka
merupakan pemuda yang sering bermalas malasan dan tidak mau bekerja, dan membanting tulang demi
keluarganya.
Mereka sering meminum minuman keras hingga bekerja
sama dengan pecandu narkoba. Setiap hari mereka selalu membuat keonaran di
kampung, tetapi tidak ada seorang pun yang berani melaporkannya.
Pak Anton merupakan salah satu warga yang berani
menegurnya. Ketika Pak Anton menemui salah satu gerombolan pemuda tersebut, Pak Anton pun bertanya, “Nak mengapa kamu dan teman temanmu tidak mau
bekerja? Mengapa kamu malah asyik meminum minuman keras bersama teman temanmu
daripada membantu orang tuamu? Apakah itu menyenangkan?’’
“Tidak. Itu tidak menyenangkan, sebab aku harus menahan
ejekan dari para warga. Tetapi jika tidak kulakukan pemerintah juga tidak akan
turun tangan.” Jawabnya dengan santai.
“Kamu jangan keras kepala seperti itu!! Kasihan orang
tuamu yang telah mendidikmu!” Bentak Pak Anton.
“Truss.. Aku dan teman teman harus gimana? Aku kesal
dengan pemerintah yang lalai.” Ujar salah satu pemuda itu.
Setelah mengetahui permasalahannya, Pak Anton bergegas
melaporkan Pak Lurah agar bisa mengatasi masalah ini. Keesokan harinya pun Pak Lurah
mendatangi pemuda tersebut dibantu warga desa. Pemuda tersebut pun membicarakan
sesuatu kepada pak lurah,
“Pak sebenarnya saya tidak ingin meminum minuman keras, tapi
hal ini aku dan teman teman lakukan yaitu agar pemerintah berkaca diri. DPR di
sana sering menghambur hamburkan uang dan memakan uang rakyat. Daripada uang
hanya untuk dihambur hamburkan, lebih baik kugunakan untuk meminum minuman
keras.” Ujar pemuda tersebut.
Akhirnya pak lurah berjanji akan mengusulkan kepada
pemerintah yang lebih tinggi khususnya DPR. Pada hari selanjutnya para pemuda
tersebut tidak mengulangi perbuatannya lagi.
Terima kasih kirman tugas Anda. Sekadar masukan untuk Anda, yakni penulisan dialog yang perlu diluruskan. Contoh " ... . Aku kesal dengan pemerintah yang lalai." Ujar salah satu pemuda itu. Pembetulannya --> "... yang lalai, " ujar salah satu pemuda itu. Setelah kata "lalai" tidak titik, tetapi koma. Setelah tanda petik (") tidak perlu huruf kapital karena sebelumnya koma.
BalasHapus