Senin, 23 November 2015

Teks Eksposisi

Sistem Kebut Semalam (SKS)
(Indah Budi Syarifa)

          Sistem Kebut Semalam (SKS) merupakan suatu sistem pembelajaran yang disukai dan dilakukan oleh sebagian pelajar, baik Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengh Pertama (SMP), maupun Sekolah Menengah Atas (SMA). Pelajar yang menerapkan sistem ini akan belajar mati-matian dalam hal penguasaan materi sebab mereka hanya memerlukan sedikit waktu untuk belajar. Mereka rela mengurangi jam tidur mereka bahkan tidak tidur sama sekali. Sistem Kebut Semalam (SKS) selain memiliki kekurangan juga memiliki kelebihan.
 Beberapa kelebihannya yaitu sistem ini berguna bagi sebagian pelajar yang tidak punya waktu, sibuk, ataupun malas belajar. Pelajar yang sibuk dengan banyaknya aktivitas yang mereka lakukan merupakan salah satu penyebab dilakukannya sistem ini. Mereka menganggap sistem belajar yang seperti inilah yang efektif. Sebagian pelajar biasanya tidak suka mencicil belajar pada jauh-jauh hari karena materi yang telah dipelajari akan lupa seiring berjalannya waktu. Sebagian pelajar juga berfikir bahwa kegiatan SKS ini dilakukan agar tidak menghabiskan waktu. Mereka beranggapan bahwa dengan menerapkan sistem ini pada pagi harinya pekerjaan yang mereka pelajari dapat terserap dengan mudah.

          Pelaksanaan SKS yang baik terbukti dapat meningkatkan kemampuan mengingat materi di saat ujian tiba. Jadi sejumlah pelajar banyak yang menyukai dan melaksanakan sistem ini.

Jumat, 20 November 2015

Laporan Hasil Observasi


X MIA 3
(Indah Budi Syarifa)

Siswa kelas X MIA 3 merupakan salah satu kelas yang berada di SMA Negeri 2 Magelang. Kelas dengan wali Bu Sri Lestari ini berada di antara kelas X MIA 2 dan X MIA 4. Penghuni siswa kelas X MIA 3 ini berjumlah 29 siswa yang seluruhnya beragama islam. Siswa putra sebanyak 7 siswa dan putri sebanyak 22 siswa.
Siswa kelas X MIA 3 berdasarkan tempat tinggalnya dapat dipilah menjadi dua, yakni siswa yang berasal dari dalam kota dan dari luar kota. Dari 29 penghuni kelas X MIA 3, sebanyak 6 siswa berasal dari dalam kota, yakni 2 siswa putra dan 4 siswa putri. Sisanya sebanyak 23 siswa, terdiri dari 5 siswa putra dan 18 siswa putri berasal dari luar kota Magelang. Mereka yang berasal dari luar kota pada umumnya lebih  aktif dan serius dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, mereka yang berasal dari luar kota pada umumnya lebih kuat fisiknya dibanding yang berasal dari dalam kota.
Siswa kelas X MIA 3 pada umumnya mempunyai hobi membaca, baik putri maupun putri. Terdapat 6 siswa yang mempunyai hobi selain membaca, diantaranya ada yang mempunyai hobi memancing, bernyanyi, menari, mendengarkan musik, bahkan melukis. Salah satu contoh diantaranya yaitu siswa putra yang bernama Purbo Listiyo Pambudi, siswa yang gemar melukis. Ia tidak hanya dapat melukis di buku gambar saja, melainkan ia senang melukis di dinding-dinding rumahnya. Ia bahkan tak segan-segannya membuat berbagai macam karya seni lukis untuk pameran.
Berdasarkan cita-cita yang dimiliki siswa kelas X MIA 3 dapat digolongkan sebagai berikut.
No
Nama cita-cita
Banyak siswa
1
Dokter
7
2
Bidan
1
3
Perawat
1
4
Ahli gizi
1
5
Psikolog
1
6
Guru
3
7
Pegawai pajak
1
8
Akuntan
1
9
Tentara
1
10
Polisi
1
11
Pengusaha
4
12
Lainnya
7

  Jadi, siswa X MIA 3 dominan berkeinginan menjadi seorang dokter.
       Siswa kelas X MIA 3 sangat mudah untuk menyesuaikan diri terhadap lingkungan barunya. Buktinya, meskipun belum lama mengenali seluruh siswa tetapi mereka sangat mudah untuk saling berinteraksi satu sama lain. Misalnya dalam hal belajar kelompok. Ketika terdapat tugas kelompok, siswa kelas X MIA 3 akan saling berbagi informasi satu sama lain, tidak memandang perbedaan yang mereka miliki.
   Siswa kelas X MIA 3 ada yang berkulit putih, sawo matang, bahkan kuning langsat. Siswa putri kelas X MIA 3 hanya ada 1 siswa yang tidak memakai jilbab. Hal tersebut tidak menjadi penghalang untuk saling bekerja sama meraih kesuksesan.